Text
Folklore Madura
Buku ini dibuka dengan kisah Saridin yang menyodorkan nilai-nilai religius. Saridin, si santri Sunan Kudus, yang tak bisa membaca syahadat, tetapi hanya bisa bersyahadat dengan cara menjatuhkan diri dari ujung tertinggi pohon kelapa dan sesudah tiba di bumi tak cuil sedikit pun anggota badannya, adalah pelajaran penting tentang bagaimana seyogyanya menghayati religiusitas atau hubungan dengan Tuhan. Uniknya, kisah-kisah Saridin ini malahan menempati hampir separuh halaman buku ini.
Baru setelah kisah Saridin usai, mulailah buku ini mengajak masuk ke dunia Gus Dur, Mohammad Sobary, Pak Profesor, dan Amang Rahman, serta puncaknya folklore Madura.
| 2.308-1-1/05 | 814 EMH f | Rak Sastra 01 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain